Puro Mangkunagaran, atau Istana Mangkunegaran adalah istana resmi Kadipaten Praja Mangkunegaran dan tempat kediaman para penguasanya>

Dinas Pekerjaan Umum Karti Praja Mangkunegaran

Infrastuktur merupakan salah satu elemen penting keberlangsungan sebuah daerah. Proyek-proyek infrastruktur di Tanah Air dibangun secara masif, mulai dari jalan tol, jembatan, bendungan, hingga pembangkit tenaga listrik. Pembanguna infrasturktur memberikan kontribusi dalam berbagai hal diantaranya menciptakan lapangan kerja, pemerataan pembangunan ekonomi dan sosial serta pemerataan pembangunan.

Pembangunan infrastruktur telah dimulai pada masa Kasunanan dan Mangkunegaran yang ketika itu mulai tumbuh menjadi sebuah perkotaan. Praja Mangkunegaran menjadi salah satu wilayah di Swapraja yang proses pembangunan infrastrukturnya mulai dilaksanakan oleh KGPAA Mangkunegara I yang kemudian terus dilakukan oleh para penggantinya. Proses pembangunan Praja Mangkunegaran dilaksanakan sesuai dengan kebijakan raja pada masanya. Pembangunan bertujuan untuk menciptakan tatanan masyarakat yang lebih maju dan sejahtera.

Pembangunan infrastruktur di Praja Mangkunegaran mulai marak setelah Mangkunegara VII berkuasa. Beliau berhasil melakukan pembenahan birokrasi pemerintahan dan pengelolaan keuangan. Kondisi yang demikian membuat Praja Mangkunegaran berusaha untuk melakukan pembangunan dalam bidang lainnya di luar sektor pemerintahan. Adapun pembangunan itu dilaksanakan antara lain pembangunan dalam bidang infrastruktur, bidang sosial, bidang kesehatan, dan bidang ekonomi. Pelaksanaan pembangunan dibeberapa bidang tersebut pelaksanaannya diatur oleh Dinas Pekerjaan Umum Karti Praja Mangkunegaran.

Dinas Pekerjaan Umum Karti Praja. Karti berarti pekerjaan, Praja berarti negara. Dinas Pekerjaan Umum Karti Praja mempunyai tugas untuk mengelola dan membangun proyek pekerjaan berkaitan dengan sarana irigasi, jembatan, jalan, bangunan pasar, dan taman di seluruh wilayah Praja terutama di negara atau ibukota Mangkunegaran dan daerah-daerah sekitarnya. Dinas Pekerjaan Umum Mangkunegaran sudah ada sejak masa pemerintahan Mangkunegara IV, yang pada mulanya bernama Kawedanan Karti Praja yang mempunyai tugas mengadakan perbaikan di dalam kota dan di luar kota.

Kemantren Karti Praja juga bertugas sebagai pemadam kebakaran dan untuk mempermudah pengawasan dan pekerjaan terhadap keadaan kota, dibantu oleh beberapa pekerja, antara lain: bramataka (petugas pemadam kebakaran), tukang batu (pegawai bangunan), juru taman (pegawai taman), undagi (tukang kayu), pande besi (pegawai pembuat besi), pengangsu (pegawai urusan air), jagapiyara (pegawai urusan ternak), narajomba, serta pekerja tidak tetap seperti jagahastana (penjaga makam raja) dan wiratana.

Pada tahun 1917 Kawedanan ini mengalami perubahan nama menjadi Kabupaten Karti Praja. Hal ini berkaitan dengan perubahan status kawedanan yang merupakan lembaga pemerintahan milik Mangkunegaran menjadi bentuk kabupaten atau dinas. Dinas Pekerjaan Umum Mangkunegaran yang disebut Kabupaten ini khusus menangani dan melakukan pekerjaan dibidang sarana-sarana umum di Praja Mangkunegaran. Kabupaten ini dipimpin oleh seorang berkebangsaan Belanda berpangkat direktur. Pada masa Mangkunegara VII tugas dari Dinas Pekerjaan Umum masih sama seperti pada masa pemerintahan sebelumnya.

Pembangunan yang dilakukan dinas ini antara lain: pembangunan jalan dan jembatan, pembangunan waduk-waduk, saluran pembuangan air, taman kota, gedung-gedung penting meliputi pembangunan gedung pertemuan (Soos), bale kampung, serta pembangunan gedung sekolah. Selain itu, juga dilaksanakan pembangunan WC atau kakus umum, pancuran umum, rumah sakit dan poliklinik, pembangunan pasar, serta perbaikan rumah-rumah kumuh.

Berbagai pembaharuan yang dilakukan Mangkunegara VII karena menginginkan seluruh rakyat di Praja Mangkunegaran dapat menikmati modernisasi yang dilakukannya. Mangkunegara VII selama hidupnya senantiasa bertindak sesuai dengan semboyan hidupnya yakni mengabdi sehingga menjadi contoh nyata bagi seluruh rakyatnya dan bagi para pihak yang mengenalnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*