Puro Mangkunagaran, atau Istana Mangkunegaran adalah istana resmi Kadipaten Praja Mangkunegaran dan tempat kediaman para penguasanya>

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I (1757-1795)

legiun-mangkunegaran-02
Legiun Mangkunegaran

Pemegang tahta Mangkunegaran pertama kali adalah Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I. Beliau dilahirkan di Kartasura pada tanggal, 7 April 1725 dengan nama Raden Mas Said. Ayahnya bernama Pangeran Arya Mangkunegara dan ibunya bernama Raden Ayu Wulan.

Mangkunegara I atau Raden Mas Said dikenal sebagai ahli strategi perang. Beliau memimpin pasukan melawan tiga kekuatan sekaligus; yakni VOC, Pakubuwana III dan Hamengkubuwana I.  Selama kurun waktu 16 tahun, pasukan Mangkunegara I melakukan pertempuran sebanyak 250 kali. Ketika berjuang melawan VOC beliau mendapat julukan Pangeran Samber Nyawa karena dalam setiap peperangan selalu membawa kematian bagi musuh- musuhnya.Untuk meningkatkan moral dan kebersamaan pasukannya, Mangkunegara I memiliki semboyan tiji tibèh, kependekan dari mati siji, mati kabèh yang artinya gugur satu, gugur semua dan mukti siji, mukti kabèh yang artinya sejahtera satu, sejahtera semua.

Selain ahli strategi perang, Mangkunegara I juga pencipta seni tari. Beberapa tarian sakral yang diciptakan Mangkunegara I, antara lain: Bedhaya Mataram Senapaten Anglirmendung, Bedhaya Mataram Senapaten Diradameta, dan Bedhaya Mataram-Senapaten Sukapratama. Tari- tarian itu diciptakan untuk memperingati perjuangan Mangkunegara I di medan perang.

Mangkunegara I bertahta selama kurang lebih 40 tahun. Pada tanggal 23 Desember 1795  beliau wafat. Pada tahun 1983, Pemerintah Republik Indonesia mengangkat Mangkunegara I sebagai pahlawan nasional dan mendapat penghargaan Bintang Mahaputra karena jasa-jasa kepahlawanannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*