Puro Mangkunagaran, atau Istana Mangkunegaran adalah istana resmi Kadipaten Praja Mangkunegaran dan tempat kediaman para penguasanya>

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara II (1796-1835)

KGPAA Mangkunegara II
KGPAA Mangkunegara II

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara II adalah penguasa kedua Mangkunegaran. Nama lahirnya ialah Raden Mas Sulama. Ayahnya bernama Pangeran Arya Prabumijaya I, putra dari Mangkunegara I sedangkan ibunya ialah Kanjeng Ratu Alit, putri Paku Buwono III.

Pada masa pemerintahan Mangkunegara II terjadi berbagai perubahan politik, diantaranya VOC bubar digantikan Pemerintahan Hindia Belanda, kemudian digantikan dengan pemerintahan Perancis  selanjutnya digantikan oleh pemerintahan Inggris di bawah Raffles setelah itu berkobarlah Perang Diponegoro.

Dalam kondisi tidak menentu, Mangkunegara II melakukan konsolidasi internal. Untuk memperkuat kedudukan Mangkunegaran, dibentuklah Legiun Mangkunegaran yang berkekuatan 1250 orang prajurit. Mangkunegara II adalah komandan Legiun Mangkunegaran berpangkat kolonel, pangkat tertinggi di keprajuritan Mangkunegaran.

Di masa pemerintahan Mangkunegara II, wilayah Mangkunegaran menjadi bertambah. Penambahan pertama terjadi pada tahun 1813 semasa Raffles , yaitu sebanyak 240 jung atau 1.000 karya, sehingga luas wilayah Mangkunegaran menjadi menjadi 5.000 karya atau 3.500 hektare. Wilayah tambahan tersebut meliputi Keduwang (72 jung), Sembuyan (12 jung), Sukawati bagian timur (95,5 jung), Sukawati bagian barat (18,5 jung), serta lereng bagian timur Gunung Merapi (29,5 jung). Penambahan kedua terjadi pada tahun 1830 semasa Van den Bosch sebanyak 120 jung  atau 500 karya di Sukawati bagian utara sehingga luas keseluruhan daerah Mangkunegaran menjadi 5.500 karya atau 3.850 hektare.

Mangkunegara II wafat pada tahun 1935. Selanjutnya beliau dimakamkan di Astana Mangadeg di wilayah Matesih Karang Anyar satu komplek dengan kakeknya Mangkunegara I.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*