Puro Mangkunagaran, atau Istana Mangkunegaran adalah istana resmi Kadipaten Praja Mangkunegaran dan tempat kediaman para penguasanya>

KGPAA Mangkunegoro IX Melepaskan Aset Tanah ke Petani Tawangmangu

Sri Paduka Mangkunegoro IX menyerahkan surat pelepasan tanah kepada petani penggarap
Sri Paduka Mangkunegoro IX menyerahkan surat pelepasan tanah kepada petani penggarap

Setelah menanti lebih dari 25 tahun, keinginan puluhan warga Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, untuk memiliki lahan milik Puro Mangkunegaran, akhirnya tercapai. Pada Kamis, 20 Juli 2017 bertempat di Gedung Kelurahan Blumbang Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Sri Paduka Mangkunagoro IX  melepas aset Puro Mangkunegaran kepada kepada 75 warga Blumbang. Aset tersebut berupa lahan pertanian seluas 1,7 Ha yang sudah puluhan tahun dimanfaatkan warga.

Menurut penuturan petani penggarap Edi Suwarnoto, lahan telah dikelola selama puluhan tahun oleh para petani. Edi sendiri telah menggarap tanah selama 25 tahun. Selama ini lahan dipakai bercocok tanam sayur- mayur seperti wortel dan kubis. Masing-masing petani, menggarap lahan antara 300 meter hingga 1.000 meter. Edi menambahkan permohonan pelepasan tanah bukan tanpa kendala, membutuhkan waktu yang cukup panjang karena terbentur dengan.  Ia dan para petani penggarap mengucapkan terima kasih kepada Sri Paduka Mangkunegoro IX dan bersyukur tanah yang selama ini dikelola akhirnya sah menjadi milik mereka.

Mangkunegoro IX menyetujui surat permohonan dari warga Blumbang, Tawangmangu tertanggal 26 Mei 2017. Dua per tiga dari total tanah schietrein 26.914 meter persegi atau setara 17.943 meter persegi diserahkan untuk warga yang selama ini menggarap tanah Swapraja. Sedangkan sepertiga atau setara 8.971 meter persegi akan diminta kembali pengelolaannya oleh Mangkunegaran. Petani penggarap lahan diberi kesempatan menyelesaikan bercocok tanam sampai panen terakhir. Setelah itu, mereka tidak diperkenan menggarap lahan kecuali atas izin Sri Paduka Mangkunegoro IX.

Sri Paduka Mangkunegoro IX dan GKP Mangkunegoro IX bersama petani penggarap penerima pelepasan aset tanah Mangkunegaran
Sri Paduka Mangkunegoro IX dan GKP Mangkunegoro IX bersama petani penggarap penerima pelepasan aset tanah Mangkunegaran

Penanggungjawab Tim Pengembalian Aset Mangkunegara Joko Susanto, PH. SH. di hadapan petani penggarap, para pengageng Pura Mangkunegara, pejabat Kantor Pertanahan Nasional dan pejabat Pemkab Karanganyar membacakan surat pelepasan hak atas tanah yang ditandatangani Sri Paduka Mangkunegoro IX no 044/I.C/MN.IX/P/VII/17. Di dalam surat itu disebutkan nama-nama penerima peralihan hak 32 bidang dengan luasan bervariasi mulai 300 meter persegi sampai 1.000 meter persegi. Seluruh biaya penyertifikatan di Kantor Pertanahan Nasional menjadi kewajiban pemohon.

Joko mengatakan, pemakaian sepertiga lahan atau 8.971 meter persegi menjadi hak penuh raja. Meski begitu, pengageng tetap akan melibatkan warga Blumbang yang sejak awal bercocok tanam di sana. Lebih lanjut dikatakannya, pada prinsipnya permohonan hak milik atas tanah swapraja mangkunegaran diperbolehkan asalkan atas seizin raja.

Acara ini merupakan contoh penyelesaian pelepasan hak tanah milik Mangkunegaran. Warga Blumbang memberikan contoh yang baik. Mangkunegaran akan melepaskan hak tanah sepanjang untuk kesejahteraan masyarakat. Di sisi lain, Puro Mangkunegaran berharap tanah setelah disertifikasi tanah tetap menjadi lahan pertanian dan tidak beralih fungsi menjadi vila maupun kegiatan lain.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*