Puro Mangkunagaran, atau Istana Mangkunegaran adalah istana resmi Kadipaten Praja Mangkunegaran dan tempat kediaman para penguasanya>

Kingdom and Umbrella: Festival Payung Indonesia Ke-9 di Puro Mangkunegaran

KGPAA Mangkoenagoro X menutup Festival Payung Indonesia

Di halaman depan hingga Pendapa Agung Puro Mangkunegaran sejak hari Jumat – Minggu tanggal 2-4 September 2022 dipadati oleh ribuan pengunjung. Di beberapa area dihiasi aneka payung yang indah dengan beragam ukuran dan corak. Selama tiga hari itu, di Puro Mangkunegaran digelar Festival Payung Indonesia (Fespin) ke-9 dengan tema yang berhubungan dengan keraton, yakni Kingdom and Umbrella.

Suasana semakin meriah dengan adanya pameran payung khas berbagai daerah dan payung dari berbagai negara, seperti Thailand, India dan Spanyol. Di depan Bangsal Tosan terdapat panggung berukuran besar untuk pementasan berbagai kesenian dari berbagai daerah di Indonesia.

Ini kedua kalinya Fespin diselenggaran di Puro Mangkunegaran. Kali pertama Fespin diselenggarakan di tempat yang sama pada tahun 2017 lalu. GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo menjadi maskot Festival Payung Indonesia.

Tema Kingdom and Umbrella diinspirasi oleh koleksi payung adat kerajaan, baik Keraton Kasunanan maupun Puro Mangkunegaran. Disebut sebagai Songsong Agung untuk menaungi raja dan kerabat penerus dinasti Mataram.

Pada latar depan, dipamerkan sekitar 20 motif Songsong Puro Mangkunegaran. Penyelenggara menciptakan replika Songsong dalam ukuran besar berdiameter sekitar 5 meter. Puro Mangkunegaran menjadi tempat yang tepat untuk mempelajari sejarah payung pada masa kerajaan.

Fespin dibuka dengan parade payung nusantara yang berjalan dari Pasar Ngarsopuro hingga Puro Mangkunegaran. Dilanjutkan dengan acara pembukaan di panggung Terarai. Pagelaran seni dilaksanakan di Pendapa Agung. Berikutnya ada fashion show. Di hari terakhir digelar berbagai pertunjukkan seni dari berbagai daerah di Indonesia dan dari luar negeri. Upacara penutupan secara resmi oleh SIJ. KGPAA. Mangkoenagoro X selaku pengageng Puro Mangkunegaran.  

Fespin ke-9 berasa spesial dengan adanya peluncurkan buku berjudul Payung Tradisi Nusantara yang ditulis 29 orang dari berbagai latar belakang profesi dan daerah. Buku ini sekaligus juga menjadi peta jalan atau roadmap selama 10 tahun terkait pelaksanaan festival payung.

Selain pagelaran seni dan payung nusantara, Fespin juga diikuti para pelaku usaha dan kuliner. Bertempat di Pamedan Puro Mangkunegaran digelar stand-stand kuliner khas Kota Surakarta dan dijual beraneka macam cinderamata.

Festival Payung Indonesia ke-9 merupakan kerja kolaborasi dalam rangka membangun semangat kreatifitas masing-masing daerah, melalui semangat gotong royong. Event ini melibatkan para pengrajin payung tradisi, beragam komunitas kreatif, pelestari seni tradisi, seniman kontemporer, dan fashion designer. Kegiatan ini diharapkan mampu membangkitkan ekonomi kreatif dan mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*