Puro Mangkunagaran, atau Istana Mangkunegaran adalah istana resmi Kadipaten Praja Mangkunegaran dan tempat kediaman para penguasanya>

Makam Malam Delegasi Dewan AACC di Puro Mangkunegaran

Sri Paduka Mangkunegoro IX dan GKP Mangkunegoro IX bersama Ketua MKRI dan Presiden MK Asia
Sri Paduka Mangkunegoro IX dan GKP Mangkunegoro IX bersama Ketua MKRI dan Presiden MK Asia

Para delegasi dari berbagai negara di Asia menghadiri pertemuan Dewan Anggota Asosiasi Mahkamah Konstitusi dan Instansi Sejenis se-Asia atau Association of Asian Courts and Equivalent Institutions (AACC) di Surakarta, Jawa Tengah pada tanggal 9-10 Agustus 2017. Simposium kali ini dihadiri delegasi dari 13 negara, yakni Indonesia, Afghanistan, Azerbaijan, Kazakhtan, Korea Selatan, Malaysia, Rusia, Tajikistan, Thailand, Turki, Uzbekistan, Mongolia, Kirgistan, dan Myanmar. Tema dalam simposium internasional tersebut adalah Mahkamah Konstitusi sebagai Pengawal Ideologi dan Demokrasi dalam Masyarakat Majemuk (Constitutional Court as the Guardian of Ideology and Democracy in Pluralistic Society).

Menurut Ketua MKRI, Prof. Dr. Arief Hidayat, Kota Solo dipilih sebagai tempat pertemuan Ketua MK se-Asia merupakan bagian dari promosi wisata. Selain menghadirkan agenda-agenda sidang dan akademik, kegiatan ini menjadi momentum mengenalkan budaya Indonesia kepada dunia. Indonesia mendapat pujian dari sejumlah Ketua MK se-Asia yang hadir saat jamuan makan malam di Puro Mangkunegaran, Solo.

“Kali ini kita memilih di Mangkunegaran sehingga masyarakat internasional bisa melihat bagaimana kekayaan budaya Indonesia dan melihat budaya itu masih dilestarikan oleh bangsa Indonesia. Sebelum pembukaan simposium ada welcome dinner, yang kita pilih adalah pusat kebudayaan yakni Mangkunegaran, ujar Ketua MK RI Arief Hidayat, Selasa (8/8/2017).

Sri Paduka Mangkunegoro IX menyerahkan penghargaan dan terima kasih kepada Ketua delegasi MKRI
Sri Paduka Mangkunegoro IX menyerahkan penghargaan dan terima kasih kepada Ketua MKRI

Kedatangan delegasi dari 13 negara yang dipimpin Ketua MKRI, Prof. Dr. Arief Hidayat disambut Sri Paduka Mangkunegoro IX dan GKP Mangkunegoro IX di Pendhopo Ageng Puro Mangkunegaran. Saat menghadiri jamuan makan malam, Ketua MK se-Asia dan sejumlah delegasi mengenakan belangkon dan baju batik. Alunan gamelan menggema dan mengiringi kedatangan para delegasi.

Jamuan santap malam terasa lebih khidmat dengan dipersembahkannya tari-tarian karya agung Mangkunegaran. Dibawah asuhan GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo selaku Pembina Kemantren Langenpraja Mangkunegaran dipersembahan Tarian Golek Montro sebagai pembuka. Tarian sepanjang hampir tiga puluh menit ini bercerita tentang gadis-gadis keraton yang beranjak dewasa, yang mulai gemar berhias dan mempercantik diri untuk menyambut tamu agung kerajaan. Selepas Golek Montro tampil tarian lebih rancak yakni Srimpi Mondrorini. Tarian Srimpi Mondrorini adalah tarian yang menggunakan keris dan panah menggambarkan prajurit putri sedang belajar perang. Persembahan terakhir adalah Tarian Gatutkaca Dadung Awuk. Tarian ini menceritakan perang tanding antara Gatotkaca melawan raksasa penunggu hutan Dadung Awuk.

Tak ketinggalan dilakukan pemotongan tumpeng oleh Sri Paduka Mangkunegoro IX disaksikan Ketua MKRI, Prof. Dr. Arief Hidayat dan Presiden MK se-Asia, Prof. Mohammad Raus Sharif. Setelah pemotongan tumpeng dilanjutkan penyerahan piagam penghargaan dan ucapan terima kasih dari Sri Paduka Mangkunegoro IX kepada Ketua MKRI selaku ketua delegasi.

Di akhir acara, sejumlah kuliner lokal khas Jawa telah disiapkan, diantaranya brongkos, tengkleng, selat daging, garang asem, sego liwet dan wedang ronde. Semuanya disajikan dalam bentuk prasmanan. Para delegasi yang berasal dari berbagai negara itu menikmati hidangan makan malam ala Indonesia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*