Puro Mangkunagaran, atau Istana Mangkunegaran adalah istana resmi Kadipaten Praja Mangkunegaran dan tempat kediaman para penguasanya>

Penanganan Wabah Penyakit Pes Di Wilayah Praja Mangkunegaran

Rumah Sakit Ziekenzorg Mangkunegaran

Penyebaran virus corona di Indonesia begitu masif mencapai sekitar 17 provinsi. Tak hanya di Indonesia, covid-19 juga menjangkiti warga negara di dunia. Pemerintah berupaya keras dalam membatasi penyebaran virus dan menangani masyarakat terdampak covid-19. Berkaca pada wabah covid-19, di Praja Mangkunegaran pada tahun 1915-1929 pernah mengalami wabah penyakit mematikan dengan jumlah korban cukup besar yakni wabah penyakit pes.

Akhir tahun 1915, tepatnya di bulan Desember penyakit pes ditemukam di Desa Nglano dekat pabrik gula Tasikmadu. Kemudian periode tahun 1915-1929, penyakit pes ditemukan di Distrik dalam kota jauh lebih banyak dibandingkan dengan Distrik Karanganyar. Jumlah kasus wabah penyakit pes di distrik dalam Kota Mangkunegaran teridentifikasi sebanyak 1.043 kasus dengan rincian onderdistrict Kota Mangkunegaran sebanyak 785 kasus, Colo Madu 178 kasus, dan Gondang Rejo terdapat 80 kasus. Di Distrik Karanganyar hanya terdapat 24 kasus yang masing-masing terjadi di empat Distrik, yakni Kebak Kramat, Jaten, Miri, dan Tasik Madu. Kota Mangkunegaran merupakan daerah yang memiliki tingkat rata-rata penduduk yang cukup padat, sehingga penyakit pes mudah menyebar dengan cepat .

Wabah penyakit pes di Praja Mangkunegaran akibat dari pola hidup penduduk yang tidak bersih. Pola perkampungan penduduk tidak teratur dan bangunan rumah yang terbuat dari bahan-bahan seperti atap rumah terbuat dari alang-alang kering atau jerami yang sudah dikeringkan, dinding terbuat dari anyaman bambu, dan penerangan rumah menggunakan lampu templek.

Kondisi seperti itu membuat penyebaran penyakit pes akan mudah menyebar. Tempat kesukaan tikus adalah gelap dan kotor sehingga cukup hangat untuk berkembang biak. Di saat tikus-tikus yang telah terinfeksi pinjal (kutu tikus) mati, maka pinjal tidak ikut mati melainkan berpindah ke tikus yang lain hingga pinjal juga menular ke tubuh manusia.

Upaya Menangani Wabah Penyakit Pes

Mengisolasi penduduk

Upaya yang dilakukan Praja Mangkunegaran dalam memberantas wabah penyakit pes dengan cara mengisolasi orang-orang yang telah terjangkit penyakit di suatu tempat, diawasi dan diberi pengobatan. Namun ketika jumlah penderita penyakit pes meningkat, tempat isolasi tidak mampu untuk menampungnya.

Perbaikan Rumah Penduduk

Kepala Dinas Pemberantasan Penyakit Pes Praja Mangkunegaran memutuskan untuk melakukan perbaikan terhadap rumah-rumah penduduk yang dianggap tidak sehat. Waktu itu kriteria rumah sehat yakni lantai harus kering, harus ada pintu dan jendela, berventilasi, tidak ada genangan air di sekitar rumah, dan di setiap sumur harus dibuatkan penghalang di pinggirnya agar air sumur tidak tercemari air kotor.

Antara tahun 1916 hingga 1917 jumlah keseluruhan rumah yang harus diperbaiki sekitar 38.601 rumah. Per tanggal 1 Januari 1918 telah diperbaiki sebanyak 26.000 rumah dan tersisa 8.766 rumah yang tidak memungkinkan diselesaikan.

Pembangunan Rumah Sakit dan Klinik

Pada tahun 1921, Praja Mangkunegaran berhasil mendirikan Rumah Sakit Ziekenzorg yang belokasi di sebelah barat Puro Mangkunegaran. Sebagai rumah sakit yang baru pertama kali dibangun di Surakarta, rumah sakit ini mendapat subsidi setiap tahunnya sebesar f. 5.000.

Selain rumah sakit, Praja Mangkunegaran juga mendirikan poliklinik. Hingga tahun 1924 telah berdiri 8 poliklinik. Pendirian poliklinik kesehatan bertujuan membantu penduduk yang rumahnya jauh dari kota guna memperoleh layanan kesehatan.

Menanamkan Budaya Hidup Bersih dan Sehat

Di masa pemerintahan Mangkunegara VII (1916-1944), beliau tak hanya membangun fasilitas kesehatan namun terus berupaya untuk menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat kepada masyarakat. Mangkunegara VII mengharuskan kepada semua penduduk di setiap hari Rabu untuk menjemur bantal, guling, dan tikar. Setiap hari rumah harus disapu karena akan ada inspeksi oleh mantri pes, dan bagi yang melanggar peraturan akan mendapat hukuman.

Kebijakan Praja Mangkunegaran dalam memberantas wabah penyakit pes tak bisa dilepaskan dari kerjasama berbagai pihak. Peran responsif Mangkunegaran dapat berhasil karena didukung semangat gotong-royong masyarakat yang ingin terbebas dari wabah penyakit pes.

Seperti mengulang sejarah, kurang lebih seabad kemudian Kota Solo tengah menghadapi pandemi penyakit covid-19. Masyarakat diharapkan mematuhi protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah agar terhindar dari covid-19.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*