Puro Mangkunagaran, atau Istana Mangkunegaran adalah istana resmi Kadipaten Praja Mangkunegaran dan tempat kediaman para penguasanya>

Penataan Bangunan Strategis Puro Mangkunegaran Diundur

Bangunan Pamedan Mangkunegaran
Pamedan Mangkunegaran

Puro Mangkunegaran sebuah istana nan megah yang berdiri pada 17 Maret 1757. Kemegahan bangunan puro nampak dari perpaduan arsitektur Jawa dan Eropa. Namun kemegahan bangunan puro mulai rapuh dimakan usia.

Melihat kondisi tersebut, pemerintah pusat yang memiliki tugas melakukan perlindungan bangunan cagar budaya melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Direktur Jenderal Cipta Karya berupaya melakukan penataan bangunan strategis Puro Mangkunegaran yang dimulai pada tahun anggaran 2017. Penataan bangunan ditargetkan secara menyeluruh dan selesai 2018.

Pada Maret 2017 lalu, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR menyebutkan bahwa anggaran penataan bangunan menggunakan APBN 2017 sebesar Rp 24,3 miliar. Penataan mendesak dilakukan mengingat kondisi beberapa bangunan sudah memprihatinkan.

Rencananya beberapa bagian dari bangunan Puro Mangkunegaran akan direvitalisasi dan direkonstruksi. Bagian yang direvitalisasi diantaranya adalah Pamedan dan Kawasan Panti Putro. Sedangkan ruang kereta yang sempat dirobohkan pada tahun 1974 akan direkonstruksi sesuai cetak biru dan gambar dokumentasi yang ada di Perpusatakaan Rekso Pustoko Mangkunegaran.

Namun menurut Pelaksana tugas (Plt) Kabupaten Mandrapuro, RT Supriyanto Waloyo, renovasi batal dilakukan tahun ini. Kejelasan itu diperoleh setelah Puro Mangkunegaran menerima surat Kementerian PUPR melalui Dirjen Cipta Karya No. PR.01.03-DC/882 tertanggal 15 Agustus 2017.

Menurut Supriyanto, surat dari Kementerian PUPR itu berisi tiga poin penting. Pertama, pemberitahuan bahwa proyek penataan bangunan strategis senilai Rp 24,3 itu ditangani Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan Provisi Jawa Tengah. Pelaksanaan pekerjaaan tujuh bulan hari kerja.

Plt Kabupaten Mondropuro Puro Mangkunegaran, RT Supriyanto Waloyo memberikan keterangan pers
Plt Kabupaten Mondropuro Puro Mangkunegaran, RT Supriyanto Waloyo memberikan keterangan pers

Poin kedua, surat Kementerian PUPR Dirjen Cipta Karya No. PR.03-DC/882 tertanggal 15 Agustus 2017 itu menyebut bahwa proses pengadaan barang dan jasa tiga kali gagal lelang. Kegagalan ini berkaitan dengan sisa waktu dan harga perkiraan sendiri (HPS).Pada lelang pertama, dilakukan dengan HPS sebesar Rp 24,25 miliar, dengan waktu pelaksanaan tujuh bulan. Bidang pekerjaannya meliputi rehabilitasi beberapa bangunan di kawasan Puro Mangkunegaran dan lingkungan Pamedan. Sementara pada lelang kedua, dengan HPS tetap dan waktu pelaksanaan diubah enam bulan serta lingkup pekerjaan tetap. Sedangkan lelang ulang ketiga, dengan HPS Rp 9,740 miliar dengan waktu pelaksanaan empat bulan. Untuk lingkup pekerjaannya hanya Pamedan. Ketiga lelang itu tidak menghasilkan pemenang tender.

Di poin ketiga, Kementerian PUPR Ditjen Cipta Karya memutuskan paket pekerjaan akan dilaksanakan pada awal tahun 2018. Adapun alokasi anggaran dan lingkup pekerjaan tetap sama seperti tahun 2017.

Terkait penundaan penataan itu, Puro Mangkunegaran cukup kecewa dan berharap dalam pelaksanaan ke depan tidak terulang lagi. Karena, penundaan itu berdampak terhadap rencana kegiatan yang telah disusun. Ketika akan direvitalisasi tahun 2017, Puro Mangkunegaran menolak permohonan peminjaman untuk kegiatan publik di Pamedan.

RT Supriyanto Waloyo, menambahkan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunagoro IX menginginkan bangunan-bangunan Puro Mangkunagaran yang sudah dimakan usia untuk dikembalikan seperti semua baik bentuk maupun material bahan bangunannya. Kalau memang bahannya dari kayu jati, jangan diganti yang lain.

Ditambahkan Juru Bicara Tim Pengembalian Aset Mangkunegaran, Didik Wahyudiono, pihak Puro Mangkunegaran sudah menolak sejumlah pengajuan peminjaman lokasi seperti di Pamedan untuk sejumlah event. “Karena kami berpikir bahwa rehab akan dimulai tahun ini. Tapi ternyata tahun ini belum bisa dan tahun depan pun belum bisa dipastikan”.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*