Puro Mangkunagaran, atau Istana Mangkunegaran adalah istana resmi Kadipaten Praja Mangkunegaran dan tempat kediaman para penguasanya>

Seminar Merevitalisasi Strategi Kebudayaan Mangkunegaran

GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo memberikan sambutan pada Seminar Merevitalisasi Strategi Kebudayaan Mangkunegaran
GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo memberikan sambutan pada Seminar Merevitalisasi Strategi Kebudayaan Mangkunegaran

Saat ini otoritas kekuasaan Puro Mangkunegaran berada di wilayah kebudayaan  atau lembaga adat. Menilik ke belakang, ketika Mangkunegaran adalah praja, kadipaten ini memiliki otoritas kekuasaan sebagaimana termaktub dalam Perjanjian Salatiga tanggal 17 Maret 1757. Seiring dengan penghapusan daerah Swapraja, Puro Mangkunegaran merupakan lembaga adat yang masuk dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan nyaris seluruh wilayahnya dikuasai oleh Negara Republik Indonesia. Dengan berada di wilayah adat, Puro Mangkunegaran membutuhkan strategi kebudayaan menyangkut kehidupan budaya puro sebagai salah satu sumber budaya Jawa.

Disampaikan GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo, Putri Sri Paduka KGPAA Mangkunagoro IX bahwa Seminar Merevitalisasi Strategi Kebudayaan Mangkunegaran diharapkan mampu menggali dan merevitalisasi kebudayaan Puro Mangkunegaran yang telah dibangun para leluhur. Selain itu, diharapkan untuk menata diri terhadap potensi kebudayaan Puro Mangkunegaran sebagai pusat kebudayaan Jawa di Surakarta.

Seminar Merevitalisasi Strategi Kebudayaan Mangkunegaran diselenggarakan pada hari Minggu, 19 Maret 2017 di Pendhapa Ageng Puro Mangkunegaran. Acara ini menghadirkan tiga narasumber yaitu Prof. Dr. Sri Rochana Widyastutieningrum (Rektor ISI Surakarta), Dra. Sis Ismiyati MM (Kepala Dinas Kebudayaan Pemerintah Kota Surakarta) dan ST. Wiyono (budayawan). Seminar ini merupakan rangkaian acara Mangkunegaran Performing Art 2017.

Menurut Prof. Dr. Sri Rochana, kehidupan Puro Mangkunegaran masih sarat dengan nilai- nilai kearifan lokal menyangkut karya seni tari dan karya sastra yang tersimpan dengan baik di dalam istana. Karya-karya luhur yang menjadi bagian dari kehidupan budaya Mangkunegaran itu sangat penting bagi kehidupan masyarakat.

Pemaparan narasumber pada Seminar Merevitalisasi Strategi Kebudayaan Mangkunegaran
Pemaparan narasumber pada Seminar Merevitalisasi Strategi Kebudayaan Mangkunegaran

Sementara menurut Dra. Sis Ismiyati, MM., Puro Mangkunegaran adalah salah satu pilar penyangga Kota Solo sebagai Kota Budaya. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Surakarta telah menerapkan sistem menejemen menyeluruh terkait keberadaan Puro Mangkunegaran. Artinya seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saling bekerjasama memperkuat Puro Mangkunegaran. Mereka bekerja beriringan menjalankan tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing.

Adapun budayawan ST. Wiyono berpendapat bahwa Puro Mangkunegaran masih memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat. Puro Mangkunegaran adalah salah satu sumber kebudayaan Jawa, terutama pada kekuatan kehidupan kesenian. Pelestarian dan pengembangan kesenian dapat dilakukan dengan cara preservasi, konservasi, reinterpertasi dan pemanfaatan serta penyebarluasan.

Catatan penting Seminar Merevitalisasi Strategi Kebudayaan Mangkunegaran adalah sikap terbuka para pengageng Puro terhadap perkembangan zaman. Pengageng Puro Mangkunegaran menunjukkan sikap dan pandangan visioner demi melestarikan dan mengembangkan budaya.

Sikap keterbukaan tersebut dapat menjadi strategi untuk mempertahankan nilai-nilai budaya luhur di Puro Mangkunegaran.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*