Puro Mangkunagaran, atau Istana Mangkunegaran adalah istana resmi Kadipaten Praja Mangkunegaran dan tempat kediaman para penguasanya>

Tingalan Wiyosan Jumenengandalem Ke-31 KGPAA Mangkoenagoro IX

Puro Mangkunegaran
Puro Mangkunegaran

Upacara peringatan naik tahta ke-31 atau Tingalan Wiyosan Jumenengan Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Jumeneng Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkoenagoro IX berlangsung pada hari Rabu (19/9/2018) malam. Tiga puluh satu tahun silam Gusti Mangku, panggilan akrab Sri Paduka Mangkoenagoro IX bertepatan tanggal 9 Suro ditetapkan menjadi raja menggantikan ayahandanya Sri Paduka Mangkoenagoro VIII.

Wiyosan Jumenengan Dalem yang digelar setiap tanggal 9 Suro penanggalan Jawa itu merupakan bentuk wujud syukur atas kenaikan takhta Sri Paduka Mangkoenagoro IX. Di sisi lain, gelaran ini sebagai ucapan syukur pada Tuhan atas kesehatan yang diberikan pada beliau.

KGPAA Mangkoenagoro IX

 

Tari Bedhaya Anglir Mendung membuka acara Tingalan Wiyosan Jumenengandalem. Suasana sakral menyelimuti Pendhapi Ageng Puro Mangkunegaran. Tarian sakral dan tidak sembarangan penari dapat membawakannya. Bedhaya Anglir Mendung hanya boleh dibawakan pada momen- momen tertentu.

Tujuh penari dengan membawa gendewa panah membawakan Tari Anglir Mendung. Tari berdurasi 45 menit ini menceritakan peperangan antara RM Said atau Mangkoenagoro I dibantu dua orang sahabatnya Kudono Warso dan Ronggo Panambang melawan Belanda di Trowulan, Jawa Timur. Para penari telah disiapkan jauh hari sebelum Jumenengan. Para penari berlatih bersama pengrawit dari Puro Mangkunegaran.

Dalam acara Jumenengan, Sri Paduka Mangkoenagoro IX menganugerahkan gelar kebangsawanan kepada orang-orang yang dinilai berjasa bagi Puro Mangkunagaran. Di antara penerima penghargaan tersebut, antara lain: Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dan Hutomo Mandala Putra atau akrab dipanggil Tommy Soeharto. Keduanya diberikan gelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*