Puro Mangkunagaran, atau Istana Mangkunegaran adalah istana resmi Kadipaten Praja Mangkunegaran dan tempat kediaman para penguasanya>

Upacara Adat Ruwahan Puro Mangkunegaran

Tradisi Jawa yang masih dilakukan menjelang bulan Ramadlan adalah Ruwahan. Ruwahan berasal dari kata ruwah, memiliki arti kata arwah atau roh. Ruwah menempati urutan ke tujuh bulan Jawa, bersamaan dengan bulan Sya’ban dalam tahun Hijriyah. Ruwahan ditandai dengan kegiatan ziarah kubur.

Puro Mangkunegaran setiap tahun juga melaksanakan upacara adat Ruwahan. Tradisi ini dilaksanakan mulai tanggal 10 bulan Ruwah. Tepatnya, hari Kamis malam Jumat. Berdasarkan perhitungan Jawa, malam Jumat merupakan hari baik. Dalam acara adat ini dibacakan doa tahlil dan pembacaan Yasin untuk arwah para leluhur Mangkunegaran.

Upacara adat Ruwahan dipimpin oleh KGPAA Mangkunagoro X bertempat di Pendopo Ageng, Puro Mangkunegaran pada Kamis malam (17/3/2022). Acara dihadiri oleh abdi dalem dan kerabat dalem.

Acara Ruwahan dimaksudkan untuk memohon ampunan bagi para leluhur dan para pendiri trah Mataram. Selain itu, untuk memohon kekuatan dari Tuhan agar Pengageng Puro diberikan kekuatan dan kesehatan dalam melanjutkan cita-cita para leluhur.

Setelah pembacaan doa tahlil, dilanjutkan penyerahan secara simbolis bunga kepada para abdi dalem Wadhono Satrio yang akan diutus untuk ziarah kubur ke makam leluhur. Ziarah dilakukan ke beberapa makam pendiri Praja Mangkunegaran di Karanganyar. Selain itu, juga makam raja-raja Mataram Islam di Imogiri serta makam kerabat punggowo baku.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*